Prospek Bisnis Ayam Pedaging

Krisis ekonomi yang menghantam Indonesia semenjak tahu  Prospek Bisnis Ayam Pedaging
Krisis ekonomi yang menghantam Indonesia semenjak tahu 1997 menciptakan perekonomian lumpuh, terutama bisnis dalam skala besar. Yang bisa bertahan dan justru berjaya ialah bisnis dalam skala kecil. Bisa berupa bisnis toko kelontong, warung makan/minum, kios BBM, pertanian ataupun peternakan.

Gampang-gampang susah menciptakan bisnis dalam skala kecil. Sangat banyak orang yang ingin membuka bisnis, tetapi dikala dua atau tiga kali panen dan gagal, kemudian berhenti. Atau mengurungkan niatnya alasannya ialah takut gagal. Bagaimana biar bisnis Anda tidak gagal? Bagaimana memulai bisnis Anda?


Yang pertama harus Anda lakukan ialah menciptakan perencanaan bisnis yang matang. Perencanaan yang matang ialah terutama hasil dari analisa pasar: berapa calon pembeli, berapa yang bisa diserap pasar, pemilihan lokasi usaha, kemana peluang pemasaran, apa kendalan pemasaran, transportasi bagaimana dan lainnya. Buatlah perencanaan dalam jangka pendek (setahun), jangka menengah (3-5 tahun) dan jangka panjang (6-25 tahun). Dan jangan lupa, awasilah planning Anda tersebut.

Kedua, jika pertama gagal, jangan kemudian berhenti. Coba lagi sambil mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Mungkin dalam jangka pendek rugi, tapi dalam jangka panjang akan untung berlipat ganda.

Berikut ini pengalaman Kristian Demong, seorang peternak ayam pedaging di daerah Siantan Hulu, Kota Pontianak mengelola perjuangan peternakan ayamnya. Modal/investasi awal yang diperlukan Demong memulai peternakan ayam ialah sebagai berikut.
1. Sewa tanah 0,5 hektar Rp.1.000.000 per tahun.
2. Pembuatan sangkar berukuran 8 X 20 meter Rp.10.000.000,- (muat 2.000 ekor).
Bahan untuk pembuatan sangkar ialah atap daun, tiang-tiang kayu cerucuk, lantai kayu reng, dinding reng, paku; serta perlengkapan seperi galon air banyak sekali ukuran, lampu listrik, tempat masakan ayam, terpal, kompor 6 buah. Kandang bisa digunakan 3 tahun. Pertahun umumnya bisa 8 kali panen. Artinya investasi untuk menciptakan sangkar diperhitungkan untuk masa ternak 24 kali (8 x 3 tahun).
3. Pembuatan pondok sederhana untuk karyawan/tempat menunggu Rp.500.000,-
4. Pembelian 2.000 ekor bibit X @Rp.3.000,- = Rp.6.000.000,-
5. Pakan (untuk 2.000 ekor selama 28 hari): 3.800 kg (76 karung @50 kg) X Rp.3.000,- = Rp.11.400.000,-
6. Obat-obatan, vitamin: Rp.300 X 2.000 ekor= Rp.600.000,-
7. Minyak tanah (untuk kompor pemanas): 140 liter X Rp.1.200,- = Rp.46.800,-
8. Rekening listrik Rp.160.000-,
9. Tempayan air (gentong): 2 buah X Rp.75.000,- = Rp.150.000,-
10. Upah karyawan: 2 orang X Rp.300.000,- (kerja 3 jam perhari) = Rp.600.000,-
11. Serbuk (untuk bantalan biar tidak dingin): 40 karung X Rp.1.000,- = Rp.40.000,-
12. Biaya operasional (konsumsi penjaga,dll) Rp.600.000 per bulan.
Total modal awal dan biaya pertama untuk beternak ayam pedaging ialah Rp.31.109.800,-

Berapa besar laba kotor? Keuntungan ialah pendapatan dikurangi biaya produksi. Dari 2.000 ekor tersebut, biasanya 10% mati. Artinya tinggal 1.800 ekor yang bisa dijual. Ayam umumnya dijual kalau berumur 26-28 hari dengan berat rata-rata 1,25 kg per ekor. Artinya 1.800 ekor dikalikan 1,125 kg; maka didapat 2.250 kg ayam setiap kali panen.

Pada bulan Agustus 2004 di Kota Pontianak harga ayam pedaging di pasar (yang sudah bersih) Rp.16.000 perkilogram; sedangkan harga jual di sangkar (masih hidup) Rp.10.500 perkilogram. Artinya dikala dijual mendapat pemasukan Rp.10.500 X 2.250 kg = Rp.23.625.000,-

Pada panen perdana akan mengalami kerugian Rp.7.471.800-, Tenang, bisnis ayam pedaging Anda tidak akan mati. Keuntungan gres akan diperoleh sehabis tiga tahun (24 kali panen) dan tergantung banyak sedikitnya ayam yang Anda pelihara.

Keuntungan

Menurut Demong, pada tahun pertama memang mengalami kerugian. Tapi tahun berikutnya gres mulai untung. Mengapa demikian? Karena awalnya modal/investasi digunakan untuk pembuatan sangkar dan peralatannya, gentong air, sewa tanah, pondok dan lainnya. Apalagi kalau Anda sendiri yang menjadi karyawan, maka sebagian dana untuk membayar upah karyawan bisa dikurangi.

Berikut perhitungannya. Dalam setahun 8 kali panen, dipotong panen perdana masih ada tujuh kali lagi. Pada masa ternak kedua hingga kedelapan, biaya yang diperlukan ialah sebagai berikut.
1. Pembelian 2.000 ekor bibit X @Rp3.000 = Rp.6.000.000,-
2. Pakan (untuk 2.000 ekor selama 28 hari): 3.800 kg (76 karung @50 kg) X Rp.3.000,- = Rp.11.400.000,-
3. Obat-obatan, vitamin: Rp.300,- X 2.000 ekor = Rp.600.000,-
4. Minyak tanah (untuk kompor pemanas):140 liter X Rp.1.200,- = Rp.46.800,-
5. Rekening listrik Rp.160.000,-
6. Biaya operasional (konsumsi penjaga,dll) Rp.600.000,- per bulan.
Total biaya Rp.18.806.800,-

Jika dikalikan tujuh kali maka Rp.131.647.600-,. Total pendapatan yang diperoleh ialah Rp.23.625.000 X 7 = Rp.165.375.000-,. Maka laba sehabis setahun atau delapan kali panen Rp.33.727.400-,. Artinya pada bulan kesembilan sudah ada laba higienis Rp.14.920.600-, Yakni Rp.33.727.400-, dipotong biaya operasional ternak gres Rp.18.806.800.

Jika dilakukan selama 3 tahun, maka perhitungan untung ruginya sebagai berikut.
1. Sewa tanah: 0,5 ha X Rp.1 juta X 3 tahun = Rp.3.000.000,-
2. Pembuatan sangkar berukuran 8 X 20 meter = Rp.10 .000.000,-
3. Pembuatan pondok: Rp.500.000,-
4. Pembelian bibit: 2.000 ekor bibit X @Rp3.000 X 24= Rp.144.000.000,-
5. Pakan: 3.800 kg X 24 X Rp.3.000,- = Rp.273.600.000,-
6. Obat-obatan, vitamin: Rp.300,- X 2.000 ekor X 24 = Rp.14.400.000,-
7. Minyak tanah: 140 liter X Rp.1.200,- X 24 = Rp.1.123.200,-
8. Rekening listrik: Rp.160.000,- X 24 = Rp.3.840.000,-
9. Tempayan air: 2 buah X Rp.75.000,- = Rp.150.000,-
10. Upah karyawan: 2 orang X Rp.300.000,- X 36 bulan = Rp.21.600.000,-
11. Serbuk kayu: 40 karung X Rp1.000,- X 3 = Rp.120.000,-
12. Biaya operasional: Rp.600.000,- X 36 bulan= Rp.21.600.000,-

Total biaya selama 3 tahun (36 bulan) dengan masa ternak 24 kali ialah Rp.493.933.200-,. Sedangkan pendapatan yang diperoleh ialah Rp.23.625.000-,X 24 panen= Rp. 567.000.000-,. Keuntungan yang akan diperoleh setalah 24 kali masa ternak ialah Rp.73.066.800-,.Jika dibagi 3 tahun maka rata-rata laba pertahun Rp.24.355.600. Keuntungan tiap masa ternak (24 kali) Rp.3.044.450-,.

Beternak ayam tergolong bisnis yang menguntungkan. Kata orang dagang, bisnis ayam pedaging ini "dagang duduk". Maksudnya, kita tidak perlu report ke sana kemari mencari bibit, mencari pakan dan menjual. Kalau di daerah perkotaan, angkat telpon saja maka ayam akan diambil; bibit dan pakan akan diantar.

Menurut Demong, ia tidak pernah kesulitan menjual ayamnya. "Pasar ayam pedaging masih terbuka lebar," papar lajang asal Sungai Ayak, Kabupaten Sanggau ini dikala ditemui KR di peternakan ayamnya.

Pekerjaan yang berat dan beresiko tinggi hanya dikala ayam berumur 1-10 hari. Karena harus dikontrol siang malan. Minimal pagi, siang, sore, tengah malam dan dini hari. Setelah berumur diatas 10 hari cukup dikontrol pagi, siang sore dan tengah malam.

Nah, kalau ada planning dan modal terkumpul, mengapa tidak memulai bisnis Anda?

Dari banyak sekali sumber
catatan : Perhitungan diatas ialah perkiraan perhitungan pada tahun 2005

Post a Comment

0 Comments