Melek Bisnis Vs Milih Bisnis

Ini goresan pena curahan hati saya yang ingin saya share dengan rekan Melek bisnis vs milih bisnis

Rekan-rekan seperjuangan yang baik....:-) ,

Ini goresan pena curahan hati saya yang ingin saya share dengan rekan2 dimana saja.Mudah2an cukup singkat... he he..,

Mengkilas balik perjalanan hidup saya 2 bulan terakhir ini. Setelah saya terdaftar sebagai mahasiswa ESCU, dengan dosen merangkap rektor merangkap kepala laboratorium yaitu pak Goenardjoadi. Wisuda dikala berhasil menjadi pengusaha.

Bagi saya pribadi, bergabung dalam lingkungan ini telah menghidupkan kembali api untuk berwirausaha yang sehabis setahun ini meredup. Meredup sehabis bangunan bisnis yang saya kembangkan antara tahun 2000 hingga 2003 ambruk menyisakan duduk perkara keluarga dan hutang piutang. Hidup saya ditolong oleh Allah SWT dengan tanpa diduga, saya dipanggil kembali oleh kantor usang saya yang saya tinggalkan supaya saya sanggup fokus membangun usaha jual beli sapi saya dikala itu.

Berkumpul dengan rekan-rekan yang mempunyai semangat yang sama untuk berwirausaha -bahkan beberapa diantaranya bahwasanya sudah mempunyai usaha yang bagus- menciptakan api semangat membangun kembali usaha sendiri menyala lagi.

Alhasil, selama sekitar 2 bulan ini ikut kuliahnya pak Goen, berinteraksi dengan rekan-rekan sesama mahasiswa ESCU menciptakan pikiran wirausaha saya aktif kembali. Sejak simpul mati pikiran mengembangkan usaha saya dibongkar paksa -he he- oleh pak Goen, berada ditengah-tengah rekan yang punya semangat yang sama, ditambah dorongan luar biasa dari istri tercinta, menciptakan mata batin saya kembali melek.

Kemana kaki melangkah saya melihat peluang usaha melambai-lambai minta dicolek. Kemana website saya kunjungi, selalu saja ada peluang usaha yang menyingkapkan kemolekannya minta didekati..

Di bawah ini beberapa pola peluang yang saya 'lihat' sehabis saya jadi mahasiswanya pak Goen. Bagi para rekan yang punya waktu membaca uraian saya yang rada panjang ini dan masih punya waktu dan tenaga untuk menuangkan komentarnya atau mungkin petunjuk atas salah satu atau dua atau semua point peluang usaha yang saya lihat, semoga jerih payah rekan dalam menuliskan komentar rekan tidaklain hanyalah akan mengatakan nilai tambah kepada diri rekan sendiri alasannya yakni bila sesungging senyum tulus saja dinilai sedekah oleh Allah, apalagi membuatkan pengalaman atau buah pikir yang entah siapa yang tahu, sanggup menjadi pendorong lahirnya seorang pengusaha handal gres di Indonesia berjulukan Prijosunoto ini..he.

Setelah mata batin saya melek kembali, inilah yang kembali mengkristal dalam jiwa saya:Cita-cita: mempunyai usaha yang (dapat/ sudah) tidak membutuhkan keterlibatan kita terlalu banyak. Contohnya: Franchise yang handal, sewa rumah/ apartemen alaRK dan pak Budi Rachmat. Membangun bisnis ibarat yang dilakukan oleh pak Goen sendiri dengan Talent Box atau Pak Purdi dengan primagamanya, pak Puspo dengan Wong Solonya juga sesuatu yang menjadi alternatif pilihan. Untuk pilihan ini istri sayalah yang akan menjadi panglimanya sementara saya mengamankan income keluarga dari bekerja sebagai E. hmm.. wangsit manis bukan ya..?

Aneka bisnis yang saya 'lihat' kembali semenjak menjadi mahasiswa ESCU

Bisnis Kue Basah. Dilontarkan pertama kali oleh pak Goen. Ide awal ia yakni menciptakan pasukan bakul camilan manis bersepeda. Masalah belum terjawab: bagaimana menutup kemungkinan terjadinya kehilangan sepeda/ kerugian hilang modal barang yang dibawa pebakul. Saya sudah menghubungi salah seorang kekerabatan pak Goen yang ternyata tidak punya korelasi dengan bisnis kue. Sementara, ini jalan buntu. Keinginan untuk menjalankan bisnis camilan manis sudah dilontarkan kepada salah seorang prospek investor. Investor tertarik dan siap mendukung. Kami yang kebingungan dikala ditanya "apa rencanamu.??". Karena ditanya begitu, muncul wangsit untukmembuka toko camilan manis di sekitar Bekasi. Kalkulasi biaya investasi vs perkiraan sasaran omset penjualan belum dibuat.

Ide lainnya yakni membuka outlet penjualan camilan manis berair di bersahabat kantor istri di kuningan yang memang sangat padat pegawai. Target penjualan pagi hingga siang hari. Perlu dilakukan survey ketersediaan lokasi jualan, harga sewa tempat dan harga etalase kaca. Ide juga sudah dilontarkan di milis dengan sambutan yang cukup tinggi terutama dari rekan-rekan yang berkiprahdi bidang produksi. Mereka siap mensuplai camilan manis dalam jumlah besar. Perlu didapat informasi mengenai kemungkinan konsinyasi dan retur untuk produk yang tidak laku. Mungkin perlu ditanyakan kepada para pemain lama, apakah mereka mempunyai wangsit yang mungkin belum atau masih sanggup dijalankan oleh kami. Klasifikasikuadran: B yang perlu dibangun alias bukan franchise.

Bisnis Komputer. Bertemu dengan pemilik 8 outlet komputer di Bekasi. Namanya Zulfikri. Zul memperlihatkan investasi pengadaan barang. Uang investor akan dibelikan barang yang laris dijual. Hasilnya dibagi antara investor dan pemilik usaha. Kelemahan yang ada: administrasi agak tertutup. Investor hanya sanggup saluran hingga tracking status barang. Resiko: uang keuntungan hasil penjualan terpakaioleh administrasi untuk membayar operasional perusahaan. Ide saya yang perlu ditindaklanjuti yakni : mengatakan masukan kepada Zul untuk perbaikan dan peningkatan performa usaha ibarat penampilan toko, kerapihan barang, sistem pengkodean barang, penyampaian data hasil penjualan selama usaha sudah berlangsung dan sistem tawar menawar barang yang harus sanggup dilakukan olehsetiap pegawai namun sanggup tetap terkontrol. Saya tertarik untuk mencari dan mengumpulkan investor alasannya yakni dari pengalaman di bisnis jual beli sapi, saya agaknya cukup berbakat untuk meyakinkan orang lain. Saya menerima cuilan dari setiap keuntungan investor. Ide lain yakni saya menerima hak untuk membiayai salah satu atau lebih outlet dengan saluran penuh hingga administrasi outlet. Klasifikasi kuadran: B dan I

Bisnis Limbah plastik. Bisnis ini masih gelap total bagi kami. Yang saya ketahui sejauh ini Cuma, orang yang berbinis limbah plastik, duitnya banyak (he he..,yang berhasil tentunya). Bayangan saya ihwal bisnis ini semestinya sederhana. Beli materi baku dari para pemasok (pengumpul sampah), olah dengan mesin khusus hingga menjadi pelet, jual deh ke pabrik plastik besar. Tapi dari milis, ada salah seorang yang mencoba menjalankan bisnis ini dan menyatakan diri gagal alasannya yakni dikadalin partnernya. Informasi lain yang saya sanggup : dulu waktu kerjadi perusahaan asuransi, banyak menemui pabrik2 yang mendapatkan kredit dari BRI. Salah satunya yakni pengusaha yang memproses bijih plastik yang kelihatan sekali maju usahanya (dari kerennya bangunan pabriknya dan besarnya modal yangdikucurkan BRI dikala itu). Kedua, pernah dalam suatu penerbangan ke Surabaya, dapet temen duduk yang pengusaha berhasil di bidang perbijihan plastik ini. Beliau juga menceritakan asiknya main di bisnis ini. Ketiga, pak Goen dongeng adiknya bisnis ginian dan belum usang ini beli rumah 2 M.. Saya Cuma sanggup gedek2 kepala. Klasifikasi Kuadran: S

Bakso Rusuk. Bertemu dengan pak Domo pemilik 2 outlet bakso rusuk di bekasi. Dari kedua outlet, terlihat keseragaman penampilan outlet baik dari warna dominan, merek, dan gaya bangunan ruang makan. Menurut pak Domo, bakso rusuk belum di franchise-kan. Pak Domo sendiri menjelaskan bahwa originator dari BaksoRusuk berkedudukan di Solo. Karena pertemanan sajalah, pak Domo sanggup membuka Bakso Rusuk di Bekasi. Merek belum didaftarkan. Saya menjelaskan kepada pak Domo bahwa sebaiknya merek didaftarkan untuk meniadakan resiko pembajakan. Saya jugamenjelaskan bahwa saya mempunyai usaha jasa konsultan waralaba (bersama pak Goen tentunya :-p). Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prospek bisnis Bakso Rusuk termasuk catatan omset selama ini. Kunjungan ke Solo untuk bertemu dengan pemilik Bakso Rusuk di sana merupakan wangsit untuk langkah selanjutnya alasannya yakni dari pak Domo, tidak diperoleh kejelasan apakah saya sanggup juga membuka outlet Bakso Rusuk di tempat lain. Klasifikasi kuadran: B

Garansi Banjir. Produk Garansi banjir ini dimaksudkan untuk perumahan2 yang rawan banjir di seluruh Indonesia (Jabodetabek-lah). Maksudnya yakni saya menciptakan disain sistem drainase untuk daerah perumahan sedemikian rupa sehingga sanggup mengatakan jaminan tidak banjir sehabis desain dikerjakan. Kalau terjadi banjir sehabis desain dibuat, asuransi akan membayar sejumlah ganti rugi. Secara teknis hal ini dimungkinan tentunya dengan syarat dan kondisi yang disepakati baik parameter penyebab banjir hingga besarnya nilai jaminan yang harus ditanggung perusahaan asuransi. Sudah dibicarakan di administrasi kantor saya. Hasilnya, saya dipersilahkan menggarap ini dibawah bendera kantor saya sekarang. Rencananya, bila ini berhasil, saya akan mengajukan permintaan untuk mendapatkan saham dari setiap proyek Garansi Banjir ini. Kalau nggak dapet, resign, bikin perusahaan sendiri. Alternatif lainnya, keluar ajah dan pribadi bikin perusahaan sendiri sehabis dapet 2-3 proyek terealisir. Klasifikasi kuadran: S

Mie/Nasi Goreng. Ngobrol dengan tukang mie rebus yang keluyuran tiap malem di komplek rumah saya. Hasilnya, omset mereka rata2 "Cuma" Rp 125 ribu per malam. Keuntungan sekitar 50rb. Perbulan jadi dapet 1,5 juta. Lumayan juga ya buat seorang tukang mie rebus. Kerja mulai jam 19 s.d. rata2 jam 23. Muncul ide: bikin gerobak mie, cari tukang untuk jualan mie. Dalam sebulan, 1 jt untuk ybs, 500rb untuk P. Bikin aja 20 gerobak, dpt deh 10 jt sebulan. Resiko: gerobak sanggup hilang dicuri dengan mudahnya. Gimana ya cara ngamaninnya? Terpikir untuk mendisain sistem bagi hasil sedemikian sehingga operator sanggup mempunyai gerobak tersebut. Saya jalan terus memproduksi gerobak dan mencari operator2 gres untuk itu. Ini pendekatan kemanusiaan. Mosok sih, udah dipikirin supaya mereka sanggup mempunyai gerobak masih nyolong juga? Hmm...., sayangnya pengalaman memperlihatkan kita tidak sanggup mengandalkan kejujuran orang lain. Kita tidak pernah tahu duduk perkara hidup orang lain. Buat kita gerobak 1 juta nilainya besar sekali alasannya yakni duitnya dari investor sementara operator mikir, ah, gerobak 1 juta niscaya sedikit buat pak Prijo.. Liat aja, gerobaknya dia aja ada 20 di gudang. Kalo saya ambil gerobaknya 1 aja niscaya pak Prijo akan tetep banyak duit, toh niscaya ia akan lapang dada kalau dia tahu saya ambil gerobaknya ini untuk saya jual alasannya yakni butuh bayar biaya rumah sakit anak saya..:-S_ Klasifikasi kuadran: S

Bisnis voucher. Nemu penawaran bisnis voucher electronic di internet. Masih gelap juga soal ini. Tapi sistem MLMnya menarik banget. Katanya sistem Spill Over apa gitu. Pokoknya yang kalau ada orang gres bergabung, otomatis dia akan dimasukkan dalam group di bawah kita secara otomatis. Pengen tanya sama rekan2 di milis, gimana sih lika-liku bisnis ini. Pikiran P sih, sederhana banget. Beli voucher, jual ke rekan pemakai, tawarin mereka untuk juga jadi agen. beres deh.Tapi nggak tau ya soal harga apakah terpaut jauh dengan harga di luaran mengingat niscaya mereka harus sediakan margin untuk bonus upline ya..? Trus, soal spill over nya itu masuk logika nggak sih ya? Saya itung-itung kok nggak sih ya..?Tapi bisnis lewat internet yang sangat terotomatisasinya itu menggiurkan banget ya? Ada yang sudah pernah punya pengalaman? Klasifikasi kuadran: B

Bisnis alat anti ledakan. Ini saya dengar pertama kali dari bu Goenarni. Produk sudah dibeli. Ready stock. Masalahnya di pemasaran. Katanya alat ini belum memasyarakat sehingga kebutuhan akan alat ini masih rendah. Bu Goen beropini teknik menjual barang ini yakni dengan one on one alasannya yakni penjelasannya harus sesuai dengan pertanyaan yang muncul dari prospek. Kalo nggak, prospek akan sulit mengerti cara kerja alat dan ujung2nya Cuma liat2 doang. Saya teringat wangsit untuk memasarkan itu lewat internet mengandalkan sistem kerja internet alasannya yakni internet sanggup di otomatisasi dan sanggup kerja 24 jam dan menjangkau seluruh dunia. Klasifikasi kuadran: S

lalu B Kripik Buah. Ini punya sobat kuliah saya. Namanya Syahrial. Dia dulu pernah sempat ekspor hingga ke luar negeri segala. Entah kenapa usahanya berenti. Sekarang dia mulai lagi. Saya sedang minta tawaran investasinya dan akan atur waktu untuk tatap muka. Klasifikasi kuadran: I, S dan B

Furniture
. Ini bisnis yang pernah saya geluti. Bayangannya yakni dengan menciptakan showroom lengkap furnitur untuk rumah mulai bangku taman, bangku tamu, mejamakan, bedroom set, kitchen set hingga lemari2. Kalau berhasil masuk pangsa pasar menengah atas, margin keuntungan sanggup manis sekali. Klasifikasi kuadran: S

Rumah Tahan Gempa. Belum terang benar ini sanggup jadi bisnis apa. Yang jelas, halini mungkin menarik untuk jadi lahan garapan kantor tempat saya bekerja sekarang. Akan saya usahakan untuk mempelajari aspek teknis maupun bisnisnya kepada pemilik merek dagang ini.

Post a Comment

0 Comments