Kiat Survive Berbisnis

 seorang penguasa harus menang dalam setiap pertempuran Kiat Survive Berbisnis
Filosofi Sun Tzu menyatakan, biar survive, seorang penguasa harus menang dalam setiap pertempuran. Ini demi memenangkan peperangan. Kalau tidak menang perang berarti binasa. Tidak survive!

Hal yang sama juga berlaku dalam organisasi perusahaan atau dunia bisnis. Di tengah-tengah persaingan bisnis yang semakin keras sampaumur ini, organisasi perusahaan harus mempunyai taktik sehandal strategi perang Sun Tzu. Jika tidak, perusahaan akan dilindas pesaing. Semakin melemah, kehilangan daya saing, ditinggalkan konsumen, merugi. Dan kesudahannya mengalami suatu kondisi yang paling ditakutkan, yaitu kebangkrutan!

Bagaimana berperang dalam dunia bisnis pada kurun isu ini? Pertama, berkelahi taktik demi meraih posisi terdepan dalam bisnis. Jika mengaplikasikan taktik Sun Tzu, maka kuasailah isu dan miliki peta persaingan yang akurat. Kuasai medan pertempuran atau kondisi pasar. Miliki leadership dan kekuatan budpekerti untuk menggerakkan segenap sumber daya perusahaan.

Dan berdiri sebuah organisasi perusahaan yang solid, adaptif, disiplinnya tinggi, dan mempunyai budaya kerja yang unggul. Dalam dunia bisnis, kita pun harus berperang demi mengalahkan lawan. Caranya, berkelahi kreatifitas. Adu inovasi. Di zaman yang cepat berubah dan serba instan ini, kreatifitas dan inovasi, disertai dengan disiplin yang tinggi merupakan keunggulan utama dalam persaingan. Hari ini kita keluarkan produk baru. Esok hari pesaing muncul dengan produk yang hampir sama dan mengancam bisnis kita. Bahkan bisa-bisa produk kita dijiplak habis-habisan.

Jika kita berhenti selangkah, maka pesaing akan maju dua langkah dan siap menikam bisnis kita. Bertahan atau dalam pengertian berhenti kreatif dan inovatif, bukan merupakan taktik yang sempurna dalam peperangan. Menyerang yaitu pertahanan terbaik. Ini berarti perusahaan maju menyerang dengan berbekal kemajuan teknologi. Berbekal inovasi-inovasi terbaru untuk menggarap peluang dan menguasai pasar.

Namun, sebuah organisasi bisnis tidak bisa proaktif atau bergerak progresif kalau unsur pembentuknya, yaitu manusianya, gagal menggerakkan organisasi tersebut. Ini berangkat dari perkiraan dasar, manusialah yang menggerakkan organisasi perusahaan. Dan ini berarti, perusahaan harus mempunyai sumber daya insan yang mempunyai kekayaan mental.

Apa saja kekayaan mental yang sangat penting bagi eksistensi organisasi perusahaan? Mental pembelajar, dalam arti insan yang siap belajar, siap memperbaiki diri.

Mau terus mengasah ketrampilan dan selalu memperbaharui diri.

Bersikap terbuka pada perubahan dan bisa mengolah tantangan perubahan menjadi peluang dan keunggulan perusahaan.

Mental kreatif, inovatif, dan aktif dalam mencari terobosan-terobosan gres demi kemajuan.

Memiliki disiplin dan profesionalisme yang tinggi dalam bekerja.

Memiliki perilaku positif terhadap korelasi antar sesama, demi meningkatkan jaringan atau network.

Berorientasi pada pencapaian hasil-hasil maksimal bagi perusahaan. Dan masih banyak lagi.


Itulah kekayaan mental yang utama. Jika organisasi perusahaan mempunyai sumber daya insan yang kaya secara mental, gerak organisasi akan lebih cepat. Budaya organisasi akan terus tumbuh dalam gerak yang begitu dinamis. Akan terus terjadi pembaharuan demi pembaharuan. Inovasi tiada henti dengan ritme dan spirit kerja yang sangat tinggi. Fleksibel dan gampang mengikuti keadaan dengan situasi pasar yang terus berubah. Organisasi bisnis siap didorong atau dipacu untuk maju lebih cepat lagi.
Organisasi bisnis yang solid menyerupai ini bisa maju perang dikala lawan menentukan tiarap.

Mampu melihat peluang-peluang yang tidak dilihat pesaingnya. Dan biasanya, dengan kesiapan taktik yang brilian, organisasi bisnis ini tidak saja bisa survive. Tetapi bahkan bisa menguasai pasar dengan laba yang besar. Mirip sebuah kemenangan besar dalam peperangan kaisar-kaisar Tiongkok zaman dahulu.
Pertanyaanya sekarang, apakah bisnis Anda hendak melaksanakan perluasan besar-besaran?

Apakah bisnis Anda menginginkan lompatan dalam meraih keuntungan?

Apakah organisasi perusahaan Anda sudah siap berperang?

Jika semua jawabannya ya, jangan lupa! Benahi mental sumber daya manusianya! Mulai kini juga!

Dikutip dari Tulisan Andrie Wongso

Post a Comment

0 Comments