Bisnis Voucher Pulsa, Peluang Perjuangan Yang Masih Terbuka

Maraknya penggunaan telepon seluler atau ponsel di kalangan masyarakat menciptakan kebutuhan v BISNIS VOUCHER PULSA, PELUANG USAHA YANG MASIH TERBUKA
Maraknya penggunaan telepon seluler atau ponsel di kalangan masyarakat menciptakan kebutuhan voucher pulsa terus meningkat dari hari ke hari. Peluang inilah yang dibaca para pelaku bisnis voucher di Kulon Progo. Tak heran jikalau counter voucher pulsa pun menjamur di mana-mana. Alasannya sederhana, selain mudah, perjuangan ini bersifat fleksibel dan dapat dilakukan di setiap tempat.

Tengok saja perjuangan voucher pulsa milik Yuliadi yang terletak di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Meski dengan perlengkapan etalase seadanya, dia dapat meraup laba sekitar Rp 30.000 per hari. Keuntungan itu diperoleh dengan jumlah transaksi pengisian voucher sebanyak 30 buah.

"Rata-rata setiap kali transaksi saya memperoleh laba Rp 1.000. Sebenarnya dapat saja laba dinaikkan dengan menaikkan harga jual. Namun, konsumen akan beralih ke counter lain yang memasang harga lebih murah," katanya.

Usaha jualan voucher pulsa sudah dijalani cowok asal Desa Paliyan, Temon, ini dua tahun terakhir. Sebelumnya dia hanya menganggur alasannya ialah sulit mencari pekerjaan. Berkat info yang diterima dari teman-temannya, dia pun memutuskan untuk membuka perjuangan voucher pulsa dengan modal Rp 5 juta.

Modal Rp 5 juta itu dia dipakai untuk membeli tiga buah ponsel sebagai peralatan untuk pengisian voucher elektronik. Satu ponsel untuk chip Telkomsel, satu chip lagi untuk XL, dan sisanya chip Indosat. "Untuk pulsa Flexi dan Fren saya menentukan menjual voucher fisik alasannya ialah lebih gampang dan tidak perlu membeli ponsel lagi," ujarnya.

Jika modal perjuangan Anda mepet, maka tidak perlu membeli tiga ponsel. Cukup membeli satu ponsel dengan memanfaatkan chip ramai- ramai. Sayangnya, harga jualnya kurang bersaing. Ada dua jenis voucher yang selama ini dijual, yakni voucher elektronik dan fisik. Dibandingkan voucher fisik, risiko kerugian voucher elektronik jauh lebih besar. Ketelitian

Jika penjual salah memencet nomor tujuan, maka otomatis pulsa akan masuk ke nomor orang lain, dan penjual harus mengulanginya lagi. Karenanya, bisnis ini butuh ketelitian dan kecermatan.

Setiap hari Yuliadi mulai membuka lapak usahanya pada pukul 08.00. Ia menyudahi usahanya pada pukul 14.00 alasannya ialah jam-jam segitu kompleks pemkab mulai sepi. "Selain menjual pulsa, saya masih mempunyai pekerjaan lain, yakni bertani," katanya.

Bagi pelaku perjuangan yang mempunyai modal lebih besar, laba yang diperoleh juga lebih besar. Misalnya saja Yusuf, pemilik counter yang rata-rata transaksi per harinya mencapai 80 buah. Jika laba rata-rata Rp 1.000, maka dalam sehari dia dapat mengantongi Rp 80.000.

"Usaha voucher sangat tergantung pada lokasi. Kalau lokasinya ramai, maka jumlah transaksi akan semakin banyak. Meski counter- counter pulsa sudah banyak menjamur, namun di tingkat kecamatan dan desa masih minim. Padahal, pengguna ponsel semakin bertambah terus," tuturnya.

Untuk mendongkrak keuntungan, selain menjual voucher pulsa, para pelaku perjuangan di bidang ini biasanya juga menambahkan pernak-pernik pelengkap handphone dan kartu perdana. "Selain memperoleh laba dari transaksi, beberapa provider juga sering memperlihatkan bonus- bonus," kata Yusuf.

Dikutip dari Tulisan oleh Eny Prihtiyani

Post a Comment

0 Comments