Metode Gres Pengembangbiakan Lobster Air Tawar


Dinding bak berukuran 3 m x 4 m itu tampak kusam. Di dalamnya beberapa rooster atau rumah lobster kelihatan berserakan. Di sana, pada Januari 2006, Firman—sebut saja demikian—memanen 10 kg lobster konsumsi. Meski volume panen kecil, tapi teknik budidaya istimewa sehingga usang pembesaran lobster relatif singkat, sekitar 5 bulan.


Selama ini lobster yang dibesarkan dengan bermacam-macam teknologi waring dan EDU umumnya memakan waktu 7 bulan. Dengan memanfaatkan arus deras yang berkembang awal 2005 memberi cita-cita gres bagi peternak. Cara yang digunakan Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, itu menciptakan waktu panen maju 30 hari. Sayang, teknologi terbentur sumber air alasannya yakni bak sangat mengandalkan debit air yang besar.



Kesuksesan Firman menyunat waktu pembesaran tidak mengandalkan teknologi maupun modifi kasi bak budidaya. Pengelola bengkel motor di Sidoarjo, Jawa Timur, lebih menekankan pentingnya seleksi benih. Calon benih harus bongsor. Cirinya badan agak kekar dan sedikit lebih panjang. Benih menyerupai itu terang sulit didapat. Dari setiap betina bertelur, hanya 10% saja yang terlihat bongsor sesudah mencapai ukuran 5 cm.

Tambah pakan
Perawatan yang dilakukan Firman sama menyerupai umumnya peternak. Kualitas air dijaga dengan fi lterisasi. Pelet dan pakan alami menyerupai cacing tanah dan keong mas diberikan bergantian. Yang berbeda hanya takaran pinjaman pakan. Jika selama ini jumlahnya berpatokan 1,5—2% dari bobot tubuh/hari, ayah 2 putra itu menaikkan sampai 5%. “Benih bongsor lebih rakus sehingga akan cepat besar,” ujar penggemar tenis itu.

Wajar bila kemudian pertumbuhan red claw selama 2 bulan pertama melesat sampai mencapai ukuran sekitar 8 cm. Tiga bulan berikutnya panjang badan Cherax quadricarinatus itu 15 cm. Bobot rata-rata mencapai 100—110 g/ekor. “Bila ruang gerak cukup, lobster lebih cepat besar,” tutur Firman yang mengatur padat penebaran 8—10ekor/m2.

Menurut pemilik Kayumanis Lobster Training Center di Bogor, Toni Kurniawan, pembesaran lobster supercepat itu sangat mungkin dilakukan. Bahkan waktu pembesaran sanggup dipacu lebih singkat lagi sampai 4,5 bulan, bila seleksi benih lebih cermat. “Dampak pembesaran supercepat ini cukup besar, menyerupai mengurangi biaya operasional,” ujarnya.

Kolam tanah
Menurut FX Santoso, peternak di Surabaya, semua benih bekerjsama sanggup dipaksa tumbuh cepat, terutama kalau pembesaran dilakukan di bak tanah berukuran besar di atas luasan 200 m2. “Cukup ditebar biasa saja, panen sanggup dilakukan sekitar 6 bulan berikutnya,” ujar mantan kontraktor itu. Meski demikian banyak rambu-rambu yang perlu dipatuhi supaya tujuan berhasil.

Jenis struktur tanah bak yang selama ini diabaikan peternak justru menjadi vital. Tanah berpasir, misalnya, berisiko alasannya yakni menyebabkan air gampang hilang. Masalah lain juga timbul dikala bak dibangun di atas tanah yang terlalu liat. Tanah liat menghambat proses perembesan kotoran secara alami. “Yang terbaik struktur tanah itu adonan lempung dan sedikit berlumpur,” ujar FX Santoso.

Pemakaian plastik sebagai penahan supaya air tidak merembes tidak disarankan. Pemakaian plastik menciptakan bab tanah di bawahnya berembun. Selama plastik dijamin tidak bocor tidak ada masalah. Namun, kenyataan di lapangan capit lobster dengan gampang merobek plastik. Akibatnya kualitas air berubah alasannya yakni tanah yang tertutup plastik menjadi asam. “Karena kebocoran itu, dari penebaran 14.000 benih pada November 2005, hanya dalam sebulan cuma tersisa 4.000 ekor, selebihnya mati,” ujar FX Santoso.

Untuk menghindari kebocoran kolam, pemadatan tanah di awal pembangunan bak mutlak dilakukan. Cara lain, dengan melapisi terpal tebal atau materi lain yang mustahil robek oleh capit lobster. “Supaya murah biayanya, dinding bak dilapisi belahan bambu saja. Dasarnya tetap tanah yang dipadatkan,” ujar Riswan Rismawan, peternak di Bekasi Barat.

Daerah dingin
Yang tidak banyak diketahui, pembesaran lobster sanggup dilakukan di kawasan bersuhu cuek sekitar 24—26°C. Dataran menengah di atas 600 m dpl menyerupai di Bogor dan Lawang, Malang, berpotensi menghasilkan ukuran konsumsi lebih cepat. “Benih yang kami tebar Januari kemudian sekarang sudah berukuran 6— 7 cm dan lebih gemuk,” ujar Renca P Sanny, peternak di Gunungsari, Bogor.

Jenis pakan juga sangat menghipnotis cepat-lambatnya pertumbuhan lobster. Pemberian pakan pelet secara terus menerus menciptakan si capit merah tumbuh memanjang. Sebaliknya pinjaman pakan alami menciptakan udang menjadi bongsor.

“Meski tampak lebih kecil, lobster yang diberi pakan alami umumnya berbobot lebih berat,” ujar Juanda, peternak di Pondokgede, Bekasi.

Menurut FX Santoso pembesaran lobster paling manis menerapkan cara menyerupai pada budidaya udang windu. Kolam dipupuk dahulu supaya sumber pakan alami melimpah. Ketersediaan oksigen terlarut diperbesar dengan pemakaian kincir air. Pemberian pakan dikontrol dengan menggunakan anco. “Minimal dalam setengah tahun semenjak tebar 2 inci lobster sudah sanggup dipanen dengan bobot rata-rata 90—100 g/ekor,” ujar alumnus Teknik Arsitektur Universitas Nasrani Petra, Surabaya, itu.

Oleh Dian Adijaya S

Post a Comment

0 Comments