7 Kiat Menjaga Kebersihan Miss V

 Menjaga agar vagina selalu dalam kondisi higienis 7 Kiat Menjaga Kebersihan Miss V
Menjaga agar vagina selalu dalam kondisi bersih, kering, dan bebas penyakit sangat penting untuk kesehatan reproduksi. Jangan sepelekan kondisi organ kewanitaan lantaran sanggup berakibat fatal. Mengingat fungsinya yang kompleks, mulai dari untuk persalinan, bekerjasama seks, keluarnya darah haid hingga membuang urine, vagina rentan terluka dan terjangkit penyakit.

Baca:  5 Gangguan Kesehatan Wanita Wajib Diwaspadai

Sayangnya, banyak perempuan yang meremehkan pentingnya menjaga kesehatan organ kewanitaannya. Beberapa kebiasaan yang sepele juga tanpa disengaja sanggup menyakiti Miss V, contohnya kebiasaan mencebok yang keliru.

“Kalau cebok jangan terlalu ke dalam, lantaran nanti kukunya sanggup mengores kulit dan mengakibatkan infeksi. Usahakan juga membasuh air dari depan ke belakang dan gunakan air yang bersih,”

Apa saja yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan area intim perempuan ini?

1. Jaga tingkat keasamannya

Vagina yang sehat mempunyai tingkat keasaman sendiri, yakni 3,5, dan mengandung sejumlah kuman baik yang melindungi dari infeksi. Hindari melaksanakan cuci vagina dengan larutan kimiawi (douching) lantaran sanggup mengurangi keseimbangan keasaman. Jika vagina berbau menyengat, periksakan ke dokter untuk mencari penyebabnya.

2. Lakukan seks aman

Sebagian penyakit menular seksual, menyerupai HIV atau herpes genital, tidak ada obatnya. Sementara human papillomavirus penyebab kutil genital dikenal sebagai pemicu kanker. Karena itu, praktikkan korelasi seks yang aman, yakni dengan tidak berganti pasangan atau selalu memakai kondom.

3. Segera obati infeksi

Ada tiga jenis abuh vagina yang banyak diderita, yakni abuh jamur, bacterial vaginosis, dan trichomoniasis, yang ditularkan lewat korelasi seks. Ketiganya sanggup diobati dengan obat oral atau topikal yang sanggup didapatkan di dokter. Jangan menunda investigasi kalau Anda merasa ada ketidaknyamanan pada area intim tersebut.

4. Cukup lubrikasi

Lubrikasi atau pelumasan yaitu hal yang penting pada ketika penetrasi. Tanpa lubrikasi yang baik, kulit di labia dan vagina sanggup mengalami iritasi, panas, bahkan terkelupas. Sebenarnya cairan lubrikasi akan muncul dengan alamiah kalau seorang perempuan menerima perangsangan yang cukup, tetapi sebagian perempuan mengalami duduk kasus kekeringan. Sebagai gantinya, gunakan lubrikasi buatan yang berbahan dasar air untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan.

5. Pilih pakaian dalam yang nyaman

Vagina harus selalu dalam kondisi higienis dan kering, dan apa yang kita kenakan ikut memengaruhinya. Beberapa jenis kain dan model pakaian dalam sanggup meningkatkan panas dan kelembaban sehingga memicu pertumbuhan kuman dan infeksi. Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan berpori di siang hari dan hindari model thongs.

6. Basuh dengan benar

Untuk mencegah kontaminasi kuman dari belahan anus ke vagina, selalu lakukan pembilasan dari arah depan ke belakang sesudah kita buang air. Gantilah pembalut setiap 2-3 jam sekali ketika haid. Di ketika sedang tidak haid, hindari memakai pantyliner lantaran akan meningkatkan kelembaban.

7. Cek teratur

Setiap perempuan disarankan untuk melaksanakan investigasi ginekologi semenjak usia 21 tahun atau dalam periode tiga tahun sesudah aktif secara seksual. Dokter kandungan dan ginekologi dilatih untuk mendiagnosis penyakit dan kelainan yang sanggup mengganggu kesehatan vagina dan organ reproduksi.

Post a Comment

0 Comments